Beberapa hari belakangan ini saya liat sedang gonjang-ganjing peradaban dunia maya. jujur aja, saya malash membahas ini, karena Dimana-mana banyak sekali yang membahas soal pemblokiran beberapa website, salah satunya adalah youtobe youtube oleh pemerintah Indonesia lewat kementeriannya.

yutub

Entah apa dasar pasti dari penutupan website tersebut? seandainya karena film fitna. bisa saja orang bisa mencarinya dengan cara lain. misalnya saya, jika saya ingin benar-benar ingin nonton film itu, bisa saja saya ke rumah fifi buat minjem atau minta file video fitna tersebut.

Dan, kalau perlu, bagi saya setelah saya dapatkan film itu, lalu saya konversikan ke dalam bentuk VCD. lalu saya sebarkan ke teman-teman penjual CD di pasaran. jadi? apa makna dari pemblokiran yutube yang katanya untuk menghindari penyebaran film fitna tersebut? ini suatu hal yang tidak masuk akal.

Seperti halnya seorang anak yang terluka karena pisau, maka pisaunya dibuang jauh-jauh oleh orang tuanya. maka, dia sendiri akan kesulitan untuk memotong sayur, bawang dan lain sebagainya. apakah caranya harus seperti itu?

Masih teringat jelas dibenak saya, ketika saya masih duduk dibangku SMP. ada seorang guru laki-laki, rambutnya sudah bercampur antara yang putih dan yang hitam. waktu itu adalah pelajaran Fisika. ah saya lupa namanya. yang pasti bapak yang satu ini dalam pelajaran nya selalu menyisihkan pesan-pesan diantara pelajaran yang dia sampaikan.

Hal yang paling berkesan bagi saya ketika di didik oleh beliau adalah, “kalau orang kan biasanya kalau anaknya jatuh tersandung meja, jatuh lalu nangis. yang disalahkan orang tuanya adalah mejanya. mejanya yang dipukul-pukul supaya si anak ini diam. padahal itu salah. kan yang mesti dikasih tahu itu adalah anaknya, mengapa tidak mau hati hati”.

suatu pembelajaran penting terhadap suatu kesalahan kaprah dimasyarakat banyak.

Kembali ke soal tutup menutup, ngeblok dan blokir, saya rasa ini adalah suatu kemunduran sosial dimasyarakat khususnya masyarakat dunia Internet Indonesia. yang seharusnya penyerapan informasi lewat media yang ada bisa dimanfaatkan, malah diberangus. seperti halnya tulisan saya diatas, seorang anak yang tangannya terluka oleh pisau, mestinya kan cukup diberitahu tahu kepada si anak untuk berhati-hati di lain waktu. dan itu juga memberikan suatu pelajaran bagi si anak dalam kehidupannya. tentu dalam kehidupan ada manfaat dan mudarat. nah pandai-pandai lah kita untuk memilahnya. bukan malah membuang semua hal yang ada.

Jadi, jika saya bandingkan cerita waktu saya SMP itu dengan kasus yutub, artinya kita kembali ke masa lalu.